Monk (Diary 4)
Sepertinya aku sudah lama gak nulis di diary terbuka ini, well iya Nadya harini lagi sedih. Temen berisiknya Nadya hari ini meninggal. Kucing yang pertama kali ngebuat Nadya gak takut sama kucing meninggal. Sad banget sih rasanya, keliatannya alay tapi yaudah gapapa itu yang dirasain sama Nadya sekarang. Just accept this feeling, hmm i just want to tell you about monk. He is so funny, cute, agak bodoh, tapi itu memang ciri khasnya. Aku nemuin dia di kantor tempat kerjanya mama, keliatannya dia dulu dibuang karena sudah sakit mungkin, but he is survive diluar dan akhirnya berbulan-bulan nongkrong di kantor dan di adopsi sama mamaku jadilah kucing rumahan. Monk memang sering sakit-sakitan selama 4 tahun di rumah. 8x bolak-balik dokter, rawat inap, sampai semua obat dicoba, gak ada yang ngefek buat dia. But, aku beruntung pernah ngerawat dia walaupun bolak-balik sakit dan memang gak secharming kucing-kucing lainnya. Selain itu, aku juga lega karena aku gak ngebuang dia kayak babunya waktu itu, seenggaknya dia pernah punya rumah yang aman, nyamann, dan tenang untuk dirinya. FYI, aku masih ada 5 kucing lagi dirumah sebenarnya, satu istrinya monk her name is moky, and 4 anaknya (perempuan semua), there are kecil, gendut, tiger, dan cantik. Mereka lucu, but monk is hmm apa ya, satu-satunya yang kenalin aku sama hewan.
Simplenya dia memang bukan manusia yang akan melanjutkan hidupnya di akhirat, karena hewan ketika sudah meninggal yasudah berakhir juga hidupnya. Tapi......... dari memelihara hewan aku ngebangun sisi empati sesama makhluk hidup, ya walaupun tetep gak 100%. Tapi seengaknya sense of m empathy mulai tumbuh karena ngerawat hewan. Thanks monk, rest in peace ya, sekarng udah gak sakit lagi.


Komentar
Posting Komentar